News

Belajar dari Tunjangan Kesejahteraan Luminate

Pada awal tahun ini, kami menulis tentang program “Tunjangan Kesejahteraan” Luminate, yang diluncurkan pada tahun 2020 untuk memberikan dukungan kepada mitra terpilih (baik penerima hibah maupun investasi) untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan bagi ketahanan organisasi, termasuk ketahanan mental (healing). Inisiatif tunjangan kesejahteraan Luminate terinspirasi dari berbagai pihak, dan kami ingin berbagi refleksi serta pembelajaran kami dari tahun pertama program ini dengan harapan dapat menginspirasi lebih banyak penyandang dana untuk memprioritaskan dan mempromosikan kesejahteraan bagi para mitra mereka.

Inisiatif Tunjangan Kesejahteraan dari Luminate tidak memerlukan pengajuan, kami juga tidak meminta laporan atas pelaksanannya. Sebagai gantinya, kami mengajukan tiga pertanyaan pembelajaran kepada penerima, yang dapat dijawab oleh mitra melalui email singkat, atau melalui percakapan dengan perwakilan (Funding Leads) dari Luminate.

  1. Bagaimana Anda menggunakan tunjangan yang Anda dapatkan?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang mendukung kesehatan mental di organisasi Anda?
  3. Apa yang perlu Luminate ketahui tentang upaya mendukung kesejahteraan mitra?

Berdasarkan jawaban dan masukan dari mitra, kami mengevaluasi tahun pertama dari program Tunjangan Kesejahteraan. Berikut ini adalah temuan kami.

Stipend-Expenditures-Indonesia-blog
Berikut ini adalah daftar penggunaan tunjangan dari seluruh organisasi yang berpartisipasi

Ada dua model tentang bagaimana Mitra menggunakan/mendistribusikan tunjangan

  1. Untuk seluruh tim, seperti rekreasi untuk team-building, menyediakan konseling bagi staf, serta dana untuk menggunakan transportasi yang lebih aman selama COVID-19. Beberapa organisasi menambah alokasi tunjangan dengan dana dari anggaran organisasi sebagai langkah untuk melembagakan dukungan kesejahteraan ini.
  2. Tunjangan individu, yang dapat digunakan staf sesuai kebutuhan mereka. Tunjangan digunakan untuk membayar biaya kesehatan pribadi, membantu proses perpindahan agar lebih dekat dengan keluarga, terapi pribadi, peralatan olahraga, kasur baru, donasi amal, sepatu hiking, reparasi mobil, berbagai hobi, sembako dan kebutuhan sehari-hari, perlengkapan untuk menghibur atau mendidik anak-anak di rumah selama COVID-19, dan aktivitas kesehatan seperti yoga.

Kami mendapati bahwa intervensi kesejahteraan terbaik adalah yang memberikan fleksibilitas kepada staf terkait bagaimana mereka menggunakan dana tersebut.” - Penerima Tunjangan Kesejahteraan

Pembelajaran dari apa yang berhasil dilakukan

Dukungan kesejahteraan yang dilakukan secara proaktif oleh Luminate mendapatkan tanggapan yang sangat positif. Tanggapan dari mitra menunjukkan bahwa ini adalah program yang tepat pada waktu yang tepat, dan kami mendengar dari penerima bahwa program tersebut:

  • Menandakan pentingnya kesehatan mental: Banyak pemimpin organisasi menyadari bahwa memprioritaskan kesehatan mental adalah hal yang penting bagi staf dan sektor di mana mereka bekerja.
  • Memengaruhi penyandang dana lainnya: Langkah Luminate memberi mitra pengaruh lebih besar untuk menyuarakan hal ini kepada donatur lain.
  • Menegaskan nilai-nilai kemanusiaan: Tunjangan ini memungkinkan mitra dan Luminate untuk menerapkan nilai-nilai kemanusiaan yang dianut, yaitu menaruh perhatian dan kepedulian kepada semua orang.
  • Melembagakan kesejahteraan: Tunjangan ini sering kali mendorong atau mempercepat rencana organisasi mitra untuk menerapkan kesejahteraan jangka panjang.
  • Memperkuat tim: Proses tunjangan itu sendiri dapat mempererat tim karena memicu diskusi tentang kesejahteraan dan/atau memungkinkan team-building melalui rekreasi, berbagai kegiatan bersama, dll.

Pembelajaran dari tantangan, pertimbangan, dan kendala yang dihadapi

Melalui percakapan dengan mitra, kami mendapatkan tanggapan yang bermanfaat tentang bagaimana program ini dapat ditingkatkan.

  • Terkait ketergantungan dan keberlanjutan: Sifat program yang hanya satu kali menciptakan masalah keberlanjutan di beberapa kasus. Misalnya, organisasi menggunakan tunjangan untuk asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan konseling, tetapi kemudian tidak memiliki dana untuk melanjutkan program ini setelah tahun pertama berakhir.
  • Tunjangan yang "terbatas" memiliki pro dan kontra: Karena tunjangan ini hanya untuk inisiatif terkait kesejahteraan, organisasi disarankan menggunakannya untuk sesuatu yang mungkin bukan prioritas. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hibah ini bersifat khusus dan terbatas (untuk kesejahteraan), yang umumnya dihindari oleh model pendanaan kami.
  • Kurangnya panduan: Panduan yang lebih spesifik untuk organisasi dapat membantu, baik untuk memicu ide, dan juga untuk memberikan contoh bagaimana tunjangan dapat digunakan. Mengingat dinamika kekuasaan antara pemberi dana dan penerima hibah, kami tidak ingin menyarankan apa pun, karena kami mendengar dari pemberi dana lain bahwa organisasi mungkin merasakan tekanan untuk mengikuti panduan kami. Namun, kami menyadari bahwa beberapa mitra ingin bertukar pikiran, dan ide serta contoh dari kami dapat membantu.
  • Batasan pribadi & profesional: Proses yang diadopsi oleh beberapa organisasi mengaburkan batas dan/atau melintasi batas pribadi dan profesional. Misalnya, salah satu organisasi meminta staf untuk menyerahkan bukti pembayaran sesi terapi yang ditanggung oleh tunjangan.
  • Masalah kesetaraan dan keadilan: Beberapa tim Luminate memilih untuk tidak menggunakan program ini, karena berbagai alasan. Selain itu, kami tidak membuka aplikasi tunjangan ini untuk semua mitra, karena anggaran kami terbatas, dan kami tidak ingin menolak siapa pun. Perwakilan Luminate (Funding Leads) menggunakan kriteria untuk memilih organisasi yang paling membutuhkan, tetapi kami tidak dapat memastikan bahwa penerima tunjangan kesejahteraan adalah mitra kami yang paling membutuhkan.

Rekomendasi dan praktik baik

  • Kelanjutan: Sejauh memungkinkan, sediakan tunjangan kesejahteraan dan jenis tunjangan "terbatas" lainnya. Mendistribusikan tunjangan dengan nilai yang lebih kecil dapat memungkinkan pemberi dana menjangkau lebih banyak mitra.
  • Keberlanjutan: Dorong dan dukung upaya mitra untuk berinvestasi pada rencana kesejahteraan jangka panjang.
  • Pemberdayaan & panduan: Berikan wewenang/otonomi penuh kepada organisasi untuk memutuskan cara penggunaan tunjangan; namun, berikan saran atau contoh jika diminta.
  • Penggunaan yang fleksibel: Dorong organisasi untuk mempertimbangkan tunjangan individu (alih-alih program tim), karena tunjangan individu mendapat ulasan yang sangat positif. Namun, popularitas model ini perlu diimbangi dengan keinginan untuk melembagakan kesejahteraan, yang harus melampaui kebutuhan individu.
  • Tunjangan diskresioner: Beberapa organisasi mendistribusikan tunjangan kepada individu, dan jumlahnya berbanding terbalik dengan gaji (artinya, staf dengan bayaran terendah menerima tunjangan dengan jumlah tertinggi), dan/atau mengalokasikan tunjangan kepada staf dengan jaminan sosial yang lebih sedikit (misalnya, pekerja garda depan).
  • Batasan: Dorong kebijaksanaan dan kerahasiaan pada hal-hal sensitif seperti terapi.

Langkah-langkah berikutnya

Setelah program percontohan pada tahun 2020, kami melanjutkan membagikan tunjangan kesejahteraan di tahun 2021. Sampai saat ini, kami telah membagikan 71 tunjangan kesejahteraan, dengan total $383.500.

Kami meninjau dengan cermat setiap laporan ringkas yang dikirimkan oleh mitra, tetapi masih banyak yang perlu kami pelajari. Pada akhir tahun 2021, Luminate akan mengumpulkan semua penerima tunjangan kesejahteraan 2020 melalui pertemuan virtual untuk membahas bagaimana dana tersebut digunakan dan bagaimana mereka mendorong pelembagaan upaya kesejahteraan di tempat kerja.

Kami berterima kasih kepada setiap mitra atas keterlibatan mereka dalam program ini, dan kami berharap dapat melanjutkan dukungan seperti ini pada masa depan.